Download

Minggu, 20 November 2011

Penyesuaian Diri

Diposkan oleh A'an Setiawan at Minggu, November 20, 2011

1.      Pengertian penyesuaian diri
Pengertian penyesuaian diri pada awalnya berasal dari suatu pengertian yang didasarkan pada ilmu biologi yang di utarakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. Ia mengatakan:  "Genetic changes can improve the ability of organisms to survive, reproduce, and, in animals, raise offspring, this process is called adaptation". Sesuai dengan pengertian tersebut, maka tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai tuntutan dan tekanan lingkungan tempat ia hidup seperti cuaca dan berbagai unsur alami lainnya. Semua mahluk hidup secara alami dibekali kemampuan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan materi dan alam agar dapat bertahan hidup. Dalam istilah psikologi, penyesuaian (adaptation dalam istilah Biologi) disebut dengan istilah adjusment. (http://www.e-psikologi.com).
Jadi penyesuaian diri merupakan kemampuan individu untuk berada pada suatu lingkungan yang wajar. Dengan penyesuaian diri individu diharapkan mampu dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan, ketegangan- ketegangan, fustasi dan konflik-konflik yang dihadapinya. Selain itu diharapkan juga individu selalu berusaha untuk dapat diterima oleh lingkungan dan menjaga keharmonisan hubungan dengan lingkungan dimana ia berada.
Penyesuaian diri akan terus berlangsung terus menerus sesuai dengan tingkat perkembangan aindividu itu sendiri dalam menghadapi lingkungan. Dengan demikian individu sepanjang hidupnya akan selalu melakukan penyesuaian diri baik dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Masalah penyesuaian diri buakanlah masalah sederhana tetapi masalah yang menyangkut seluruh aspek keperibadian individu. Individu adalah sesuatu yang unik dan dinamik, tumbuh dan berkembang terus-menerus serta memiliki macam-macam kebutuhan.
2.      Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri dipengaruhi oleh faktor-faktor baik fisik maupun psikis dan faktor eksterknal berupa kondisi lingkungan baik social, alam, kebudayaan, serta agama. Menurut Sunarto dan Hartono (2006:229) menyatakan bahwa penyesuaian diri dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
a.       Kondisi jasmaniah
b.      Perkembangan dan kematangan, terutama kematangan emosional, intelektual dan sosial
c.       Penentu psikolagis yang meliputi pengalaman belajar, pembiasaan, determinasi diri, frustasi, dan konflik
d.      Kondisi lingkungan terutama rumah, keluarga, dan sekolah
e.       Penentu kultural dan agama
Dari pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penyesiaian diri adalah faktor eksternal dan internal individu. Faktor individu meliputi pembawaan, kebutuhan pribadi, kondisi jasmaniah, perkembangan dan kematangan.  Sedang faktor eksternal individu adalah lingkungan, baik keluarga, lembaga, maupun masyarakat.
3.      Karakteristik Penyesuaian Diri
Individu yang melakukan penyesuaian diri terhadap kondisi ligkungan diharapkan akan menimbulkan terjadinya keharmonisan dalam hidupya. Tetapi sering terjadi keharmonisan yang timbul itu hanya bersifat nisbi, sehingga akan menimbulkan hambatan bagi perkembangan dalam kehidupan individu tersebut.
Oleh karena itu, maka dapat diketahui bahwa karakteristik penyesuaian diri itu ada yang positif dan ada yang negatif. Masing-masing penyesuaian diri tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Penyesuaian diri yang positif
Hurlock (dalam Yusuf, 2000:130-131) penyesuaian yang sehat ditandai:
1)      Mampu menilai diri secara realistik
Individu yang sehat mampu menilai dirinya sebagai mana apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan yang menyangkut fisik dan kemampuannya.
2)      Mampu menilai situasi secara realistik
Individu menghadapi situasi atau kondisi secara realistik dan menerimanya secara wajar.
3)      Mampu memiliki prestasi yang diperoleh secara realistik
Individu dapat menilai prestasinya secara realistic dam meraeksinya secara rasional. Dia tidak akan menjadi sombong, angkuh atau menjadi frustasi bila mengalami kegagalan.
4)      Menerima tanggung jawab
Individu ini mempunyai keyakinan terhadap kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dialaminya.
5)      Kemandirian
Individu mempunyai sifat mandiri dalam berperilaku an bertindakserta dalam pengambilan keputusan dan mengembangkan diri seta menyesuaiakan diri secara konstruktif dengan norma yang berlaku di lingkungan.
6)      Dapat mengontrol emosi
Individu dapat menghadapi situasi frustasi secara positif
7)      Penerimaan sosial
Individu dinilai positif oleh orang lain, mau berpartisipasi aktif dalam lingkungan sosial dan memiliki sifat bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
8)      Memilki filsafat hidup
Dia mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama.
4.      Kriteria Keberhasilan Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri yang berhasil menurut Fitri (http://tribk06.multiply.com) adalah sebagai berikut:
a.       Bilamana dengan sempurna memenuhi kebutuhan, tanpa melebihkan yang satu dengan dan mengurangi yang lain.
b.      Bilamana tidak menganggu manusia lain dalam memenuhi kebutuhan yang sejenis.
c.       Bilamana bertanggung jawab terhadap masyarakat dimana ia berada (saling mneolong secara positif).
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dalam penyasuaian diri akan ditandai dengan:
a.       Dapat diterima dalam kelompok serta dapat berpartisipasi dalam melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam kelompok.
b.      Mampu memenuhi segala jenis kebutuhannya tanpa mengganggu tanggung jawabnya sebagai anggota kelompok.
c.       Adanya rasa puas dan bahagia karena dapat turut ambil bagian dalam aktivitas kelompok ataupun dalam hubunggannya dengan teman atau orang dewasa.
d.      Memperlihatkan sikap dan perilaku yang menyenangkan terhadap orang lain dan mendapat reaksi setuju dari anggota kelompok atau masyarakat.
Kegagalan dalam penyasuaian diri akan ditandai dengan:
a.       Adanya rasa tidak puas yang mendalam dalam bentuk perasaan kecewa, gelisah, lesu, depresi, dan sebagainya.
b.      Adanya kerja atau kegiatan yang tidak efisie, misalnya siswa gagal dalam pelajaran di sekolah.
c.       Adanya gejala pusing kepala, sakit perut, gangguan pencernaan dan sebagainya.
d.      Mendapat reaksi tidak setuju dari kelompok atau masyarakat.
Individu yang berhasil dalam meny3esuaikan diri akan merasa puas dan bahagia, perasaan tersebut akan mendorong individu berpartisipasi dan menjalankan peranannya sebagai anggota kelompok dengan memperhatikan norma-norma yang berlaku dalam kelompoknya.
5.      Bentuk-bentuk Penyesuaian Diri
a.       Penyesuaian diri positif
Menurut Daeng Am (http://edukasi.kompasiana.com) penyesuaian diri yang positif ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
1)      Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional.
2)      Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikolagis
3)      Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi
4)      Memiliki pertimbangan rasional
5)      Mampu dalam belajar
6)      Menghargai pengalaman
7)      Bersifat realistik dan obyektif
Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, individu akan melakukannya dalam berbagai bentuk, antara lain :
a.       Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung
b.      Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi
c.       Penyesuian dengan trial and error atau coba-coba
d.      Penyesuian dengan substitusi
e.       Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan pribadi
f.       Penyesuaian dengan belajar
g.      Penyesuaian dengan inhibisi dan kontrol diri
h.      Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat.
b.      Penyesuaian diri yang negatif
Adapun penyesuaian diri yang tidak sehat menurut Hurlock (dalam Yusuf : 2000) ditandai dengan:
1)      Mudah marah
2)      Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
3)      Sering merasa tertekan
4)      Ketidakmampuan menghindari perilaku menyimpang
5)      Mempunyai kebiasaan berbohong
6)      Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
7)      Senang mencemooh orang lain
8)      Kurang memiliki rasa tanggung jawab
9)      Kurang memiliki kesadaran untuk mematuhi ajaran agama
10)  Bersikap pesimis dalam meghadapi kehidupan

Sumber:  
http://edukasi.kompasiana.com 

  • Share On Facebook
  • Digg This Post
  • Stumble This Post
  • Tweet This Post
  • Save Tis Post To Delicious
  • Float This Post
  • Share On Reddit
  • Bookmark On Technorati

YOUR ADSENSE CODE GOES HERE

0 komentar:

Have any question? Feel Free To Post Below:

 
© 2012 SOFTECHNOGEEK | Modifikasi dan Publikasi Kodokoala. All Rights Reserved.