Download

Selasa, 02 April 2013

Kamera Mirrorless Pertama Milik Canon, EOS-M, Sudah Mulai Dipasarkan

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Selasa, April 02, 2013
Setelah penantian yang cukup lama, paska Canon mengumumkan kamera EOS-M sebagai kamera mirrorless pertama mereka, akhirnya kamera EOS-M ini sudah akan dipasarkan ke seluruh dunia. Tentunya, seperti biasanya, yang pertama kali yang dapat menikmati penjualan kamera mirrorless pertama Canon ini adalah negeri Jepang sendiri.


Saat ini kamera Canon EOS-M sudah dijual oleh para retailer toko kamera di Jepang dengan harga yang cukup mahal mencapai 109.900 Yen atau setara dengan US $ 1410 ( Sudah termasuk pajak / tax ). Harga yang ditawarkan ini tergolong sangat tinggi, melebihi harga sebuah kamera DSLR semi-pro Canon EOS 60D dengan kit Lens 18-135 mm yang dijual di Indonesia saat ini. Tetapi ternyata harga diatas,sudah termasuk paket bundling 2 unit lensa dan aksesoris tambahan seperti :
  • EF-M 18-55mm f/3.5 ~ 5.6
  • EF-M 22mm f/ 2.0 STM
  • Canon Speedlite EX90 External Flash
  • Converter EF-M to EF & EF-S Mount lens
Setelah Jepang, pada tanggal 15 Oktober 2012 pada waktu setempat, kamera Canon EOS-M juga akan mulai dipasarkan oleh para toko retailer kamera di negera Amerika Serikat. Hanya saja sedikit berbeda dengan negera Jepang, Bundle paket penjualan kamera ini di Amerika jauh lebih minimalis dibanding dengan negara Jepang sendiri, dimana camera Canon EOS-M ini hanya dibundle dengan 1 unit lensa EF-M 22mm f/ 2.0 STM dengan harga US $ 799.


Sumber: http://www.jagatreview.com
Read More »

Sabtu, 30 Maret 2013

Olympus VH-520, Sensor 14-megapixel CMOS Plus Editor Foto

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Sabtu, Maret 30, 2013
66ba1d5f5e74e6f0c3d301040d146f98

Olympus memperkenalkan perangkat kamera digital terbaru dengan desain kompak, serta menawarkan fitur merekam dengan kualitas Full HD 1080p. Kamera digital yang  tajuk Olympus VH-520 ini hadir dengan menawarkan IHS Teknologi untuk pengambilan gambar pada cahaya minim.

Olympus VH-520 menawarkan sensor 14-megapixel CMOS, dan memanfaatkan prosesor TruePic V yang pertama kali dikembangkan untuk digunakan dalam kamera digital SLR. Dibekali optical zoom 10x serta optical digital 20xZoom, VH-520 juga membenamkan fitur image stabilization, ISO hingga 6400, HDR Backlight Adjustment dan membenamkan layar berdimensi 3 inchi.

Fitur lain juga hadir adalah kemampuan merekam dalam high definition full HD, serta modus High Speed Movie yang menyediakan pemutaran gerak lambat atau slow motion. Ada juga modus Multi-motion Move IS untuk kualitas video yang lebih tajam, untuk audio yang dihasilkan sudah stereo untuk memberikan kualitas yang setara untuk pemutaran video HD.
330aaa0d0751fd6960309617b0aca0b0
1f0461c918a20bba6ccc864188b9e113
F00590239b0cfadff63a8e789020c218
Menariknya, Video serta gambar yang dihasilkan dapat diedit via aplikasi Filter Magic dimana aplikasi ini biasa digunakan oleh para fotografer. Selain itu hasil gambar yang dihasilkan dapat disharing via Instagram ataupun aplikasi fotografi lainnya.

Olympus VH-520 tersedia dalam 4 varian warna seperti Merah, Ungu, Biru dan Hitam. Untuk ketersediaanya kamera ini bakal hadir pada bulan April 2013 mendatang dengan harga € 149,99. (deni)

Spesifikasi dan Fitur:
- 10x wide optical zoom lens (26-260mm*) with 20x Super Resolution
- Zoom for effortless close-ups and wide-angle shots
- 14 Megapixel CMOS sensor for extremely high-quality full-size movies, stills and prints
- iHS technologies for capturing exactly the shots you want with rich colour and low noise, irrespective of shooting conditions
1080p Full HD Movie with stereo sound for capturing movies in the best image quality
- Multi-motion Movie IS for recording Full HD movies with reduced blur while walking
- Mechanical, lens-based Dual Image Stabilisation for reducing blur caused by shaking, even with long exposures
- TruePic V image engine for excellent image quality
- HDR Backlight Adjustment for ideal exposure when shooting against the light
- High Speed Movie for recording video at high frame rates (240 or 120fps) and playing it back in dramatic slow motion
- ISO up to 6400 for excellent imaging despite poor light
- 3" colour LCD (460,000 dots) for easily framing, reviewing and sharing shots
- Magic Filters for adding creative effects to stills or Full HD movies

Sumber: Deni Hardian  (http://www.tabloidpulsa.co.id)
Read More »

Kamera Terbaru Olympus 2013 High End Dan Paten Viewfinder Melalui Kacamata

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Sabtu, Maret 30, 2013
Kamera Terbaru Olympus 2013
Kamera Terbaru Olympus 2013, Image Courtesy 43rumors.com
OpenPN mendapat kontak dengan Olympus Perancis dan mereka menegaskan beberapa hal terkait kamera terbaru Olympus 2013. Berikut beberapa petunjuknya :
  • Pada akhir tahun 2013, Olympus akan mengungkap kamera baru mereka yang akan sepenuhnya memanfaatkan kinerja yang luar biasa dari lensa 4/3 lama. Kemungkinan Olympus akan mengembangkan teknologi Phase Detect AF, sehingga lensa-lensa lama bisa bekerja maksimal.
  • Kamera baru ini akan memiliki teknologi digital yang paling canggih di pasar.
  • Olympus akan terus memperluas jangkauan optik untuk mount Micro 4/3.
Kata “teknologi paling canggih” dari Olympus ini bisa berarti berbagai hal, berikut beberapa prediksi (atau lebih tepatnya whislist) dari 43rumors.com :
  • Penggunaan sensor 3 layer seperti sensor Foveon yang digunakan Sigma (Seri DP yang menakjubkan pada ISO rendah).
  • Hybrid teknologi untuk viewfinder optical dan elektronik (sepeti yang digunakan oleh Fuji).
  • Seluruhnya menggunakan shutter elektronik (tidak ada penundaan rana, tanpa suara).
Selain itu semua, Olympus baru-baru ini mematenkan teknologi unik dimana viewfinder akan menempel di mata sebagai kacamata, menggabungkan teknologi futuristik dengan menggunakan sebuah kamera Olympus. Kacamata bekerja sebagai semacam jendela bidik (viewfinder) diposisikan langsung di atas mata Anda. Gambar elektronik muncul pada saat kamera dinyalakan dan diarahkan ke obyek foto. Paten Olympus menjelaskan bagaimana hal ini juga akan membantu untuk miniaturirasi kamera karena tidak lagi membutuhkan built-in viewfinder atau layar LCD. Wow .. sangat menarik untuk ditunggu.
Viewfinder Kacamata Paten Olympus
Viewfinder Kacamata Paten Olympus, Image Courtesy 43rumors.com
*) Perlu dicatat bahwa tidak semua paten akan muncul sebagai produk massal, tetapi setidaknya kita mengetahui apa yang ada di kepala R&D pabrikan tentang kamera masa depan.

Sumber: http://rumorkamera.com
Read More »

Rabu, 27 Maret 2013

Lensa Canon Terbaru 2013 50mm f/1.4 Dan 14-24mm f/2.8L

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Rabu, Maret 27, 2013

50f14Lensa Canon terbaru 2013 pertama adalah prime non-L EF 50mm f/1.4 IS yang dirumorkan akan diluncurkan tahun depan. Ini adalah lensa pengganti untuk EF 50mm f/1.4 yang sudah sangat tua, dikeluarkan tahun 1993, wow sudah berumur hampir 20 tahun !. Dengan adanya fitur IS (Image Stabilizer) tentu saja lensa ini patut dipertimbangkan. Varia lainnya yang lebih lambat dengan f/1.8 menurut Canonrumors.com juga sedang dipersiapkan.
Tapi jangan berharap lensa-lensa ini akan dihargai kurang dari $800, karena semua saudaranya yaitu lensa EF 24mm f/2.8 IS, EF 28mm f/2.8 IS dan EF 35mm f / 2 IS kisaran harganya ya segitu. Lensa EF 85mm f/1.8 juga termasuk sedang digarap dengan versi IS.
Paten Canon 14-24mm f/2.8
Paten Canon 14-24mm f/2.8

Lensa Canon terbaru yang terakhir adalah lensa ultra wide fast zoom 14-24mm f/2.8L. Beberapa paten telah direferensikan sebagai formula optik untuk lensa ini, yang memberikan kita gambaran apa yang ada di benak tim R&D di Canon. Lensa sudah ada dalam jadwal produksi tahun depan, jika tidak ada penundaan. Rumornya sih baru akan tersedia pada akhir 2013. Hal ini masuk akal bahwa ini semacam lensa akan diumumkan dengan kamera megapiksel besar yang dekat Canon akan mengungkap pada tahun 2013.

Sumber:  http://rumorkamera.com

Read More »

Sabtu, 23 Maret 2013

Canon Hadirkan 2 Kamera DSLR Entry-Level Sekaligus

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Sabtu, Maret 23, 2013

Produsen kamera asal Jepang, Canon, mengumumkan kehadiran dua produk kamera DSLR terbaru yang berada di segmen entry-level, EOS 100D dan EOS 700D.
Dari kedua kamera tersebut, mungkin konsumen akan lebih tertarik dengan Canon EOS 100D. Karena kamera yang di Jepang memiliki sebutan Canon EOS Rebel SL1 ini, diklaim sebagai kamera DSLR yang memiliki ukuran paling kecil dan paling ringan di antara kamera DSLR lainnya.
Canon EOS 100D menggunakan sensor kamera 18 megapiksel Hybrid AF APS-C CMOS yang mampu mengambil gambar antara ISO 100-12.800 (bisa diperluas sampai ISO 25.600) dan mampu merekam video hingga ISO 6.400 (bisa diperluas hingga ISO 12.800).
Kamera ini disematkan prosesor DIGIC 5 yang memiliki kemampuan mengambil gambar hingga empat gambar dalam satu detik dengan mode burst. Selain itu, EOS 100D juga mampu melakukan perekaman video dengan resolusi full-HD 1080p pada 30 frame per detik dengan autofocus berkelanjutan.
Kamera yang sudah dipasangkan LCD touchscreen berukuran tiga inci pada bagian belakangnya ini memiliki ukuran dimensi 116,8 x 90,7 x 69,4mm dengan bobot hanya 407 gram (tanpa lensa). Ukuran ini lebih kecil 25% dan bobotnya lebih ringan 28% dibandingkan EOS 650D.


Sementara itu, Canon EOS 700D atau yang di Jepang disebut dengan nama Canon EOS Rebel T5i, merupakan penerus dari EOS 650D. Dengan menggunakan prosesor DIGIC 5 yang memiliki kemampuan mengambil gambar hingga lima frame per detik dengan mode burst, kamera ini memiliki spesifikasi tak berbeda jauh dengan EOS 100D.


Canon EOS 700D dilengkapi sensor kamera 18 megapiksel Hybrid AF APS-C CMOS yang mampu mengambil gambar antara ISO 100-12.800 (bisa diperluas sampai ISO 25.600) dan bisa dipakai untuk merekam video dengan resolusi full-HD 1080p hingga ISO 6.400 (bisa diperluas hingga ISO 12.800).

Canon EOS 700D juga dilengkapi LCD touchscreen tiga inci yang dapat diputar hingga 360 derajat.
Dilansir CNET, kedua kamera DSLR teranyar Canon ini dijadwalkan akan tersedia di pasaran mulai April 2013. Dengan dilengkapi lensa kitCanon EF-S 18-55mm IS STM, EOS 100D dibandrol US$800 dan EOS 700D dijual dengan harga US$900.
Read More »

Minggu, 12 Februari 2012

Nikon hadirkan DSLR full frame D800 dengan sensor 36 M

4 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Minggu, Februari 12, 2012

Perang resolusi megapiksel belum usai, setidaknya bagi kamera bersensor full frame. Bila sebelumnya kita tahu kalau sensor di Nikon D3x sudah mencapai resolusi 24 MP, maka seakan belum puas, kali ini Nikon akhirnya meluncurkan satu lagi jenis kamera dengan sensor CMOS 36 MP. Sambutlah Nikon D800, kamera DSLR format FX yang menjadi penerus D700 dengan mengutamakan resolusi ekstra tinggi dan kemampuan merekam video tingkat lanjut. Seperti apa spesifikasi dari kamera seharga hampir 30 juta rupiah ini?

d800 
Nikon D800 memiliki sensor yang sejenis dengan kamera yang juga belum lama diluncurkan yaitu Nikon D4, keduanya memakai sensor FX atau full frame alias setara dengan ukuran film 35mm sehingga tidak ada istilah crop factor terhadap lensa yang dipasang. Namun pada saat membuat D4 Nikon memilih untuk memakai sensor dengan resolusi 16 MP, sedangkan pada D800 ini Nikon memberi sensor dengan resolusi amat tinggi 36 MP. Artinya jelas, bila D4 ditujukan untuk profesional yang mengutamakan kecepatan seperti jurnalis dan wartawan olahraga, sebaliknya D800 lebih ditujukan untuk pecinta landscape atau pemakaian di studio yang tidak perlu burst tinggi.

Selain sensor dan movie, tidak banyak yang bisa ditingkatkan dari D700 yang sudah sangat bagus. D800 memiliki 51 titik AF yang 15 diantaranya bertipe cross type. Soal metering sudah semakin ditingkatkan dengan memakai modul berisi 91 ribu piksel metering yang akurat. Nikon menyatakan kalau shutter unit di D800 telah lolos uji sampai 200 ribu kali jepret. Bodi D800 pun kokoh dengan bahan magnesium alloy dan seal tahan cuaca. Layar LCD yang dipakai di D800 sudah sangat besar yaitu 3,2 inci namun tetap saja tampak relatif kecil dibanding bodi D800 yang besar. Untuk media simpan Nikon menyediakan dua slot dengan satu jenis SD card dan satu lagi jenis CF card (bukan XQD card seperti di D4).

Sebagai konsekuensi pemakaian sensor resolusi amat tinggi, kemampuan ISO pada D800 juga dibatasi. Rentang ISO normal adalah 100-6400 meski bisa dinaikkan hingga 25600 namun tentunya akan sangat noise. Selain itu kinerja burst kamera ini juga turun dengan hanya 4 fps saja (kecuali pada mode DX dan kalau menambah battery grip). Masalah lain yang perlu dipikirkan adalah kamera ini perlu disandingkan dengan lensa super tajam guna memaksimalkan detil sensornya. Pemakaian lensa yang biasa saja akan membuat sensor 36 MP ini jadi mubazir karena dibatasi oleh softness lensa. Uniknya, D800 dirilis dengan dua versi, yaitu Nikon D800 yang memiliki filter AA (Anti Aliasing) seperti kamera DSLR lainnya, sedangkan Nikon D800E tidak memiliki filter. Dengan tiadanya filter, Nikon D800E menghasilkan foto yang lebih tajam dan detail, tapi lebih rentan dengan moire dan kesalahan warna. D800E didesain terutama untuk fotografer pemandangan atau mereka yang berpengalaman terutama dalam digital editing. 
 
Read More »

Selasa, 13 Desember 2011

Tes Bakat Skolastik

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Selasa, Desember 13, 2011
Tes Bakat Skolastik (TBS) adalah sebuah tes yang bertujuan  untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan. Tes ini juga dapat mencerminkan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang. Tes bakat skolastik ini sebenarnya adalah adopsi dari tes SAT (Scholastic Aptitude Test) yang sudah menjadi standar ujian masuk Perguruan Tinggi di Amerika dan dunia. Di Indonesia, tes ini telah menjadi salah satu tes standar ujian masuk Perguruan Tinggi maupun tes penyaringan untuk keperluan lainnya.
Adapun, Tes bakat skolastik ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spasial atau gambar.
Tes bahasa berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.
Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram.
Sedangkan tes spasial atau tes gambar, berfungsi mengukur daya logika (imajinasi) ruang yang dimiliki seseorang. Tes ini terdiri dari tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar.

Read More »

Jumat, 09 Desember 2011

Teori Kepribadian Carl Gustav Jung

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Jumat, Desember 09, 2011

Carl Gustav Jung (1875-1961) adalah orang pertama yang merumuskan tipe kepribadian manusia dengan istilah ekstrovert dan introvert, serta menggambarkan empat fungsi kepribadian manusia yang disebut dengan fungsi berpikir, pengindera, intuitif, dan perasa.
Motivasi awal Jung menyelidiki tipologi manusia adalah keinginannya untuk mengerti dan memahami pandangan Freud tentang gangguan mental sangat berbeda dari pandangan Adler.
Pokok kajian Jung sangat khas adalah mengenai arkhetipe-arkhetipe tiap kejadian. Dalam kesempatan ini, kami membahas tentag stuktur kepribadian yang terdiri dari ego, ketidaksadaran pribadi, serta ketidaksadaran kolektif.
    I.            STRUKTUR KEPRIBADIAN
a. Ego
Ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi-persepsi, ingatan-ingatan, pikiran-pikiran sadar. Ego melahoirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang, dan berada pada kesadaran.
b. Ketidaksadaran pribadi
Berdekatan dengan ego, yang terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah sadar tetapi kemudian direpresikan, disupresikan, dilupakan atau diabaikan karena terlalu lemah untuk menciptakan kesan. Dalam ketidaksadaran pribadi terdapat kompleks-kompleks yang merupakan kelompok pikiran-pikiran, persepsi-persepsi, ingatan-ingatan.
c. Ketidaksadaran kolektif
Merupakan gudang bekas-bekas ingatan laten yang diwariskan dari masa lampau leluhur seseorang, masa lampau tidak hanya meliputi sejarah ras manusia namun juga leluhur pramunusiawi atau nenek moyang binatangnya. Ketidaksadaran kolektif hampir sepenuhnya terlepas dari segala segi pribadi individu. Semua manusia memiliki keidaksadaran kolektif yang hampir sama. Jung menghubungkan sifat universal ketidaksadaran kolektif itu dengan stuktur otak pada semua ras manusia dan disebabkan oleh evolusi umum.
Ketidaksadaran kolektif merupakan pondasi ras yang diwariskan dalam keseluruhan struktur kepribadian. Di atasnya dibangun aku, ketidaksadaran pribadi, dan semua hal lain yang diperoleh individu. Apa  yang dipelajari seseorang sebagai hasil dar pengalaman secara substansial dipengeruhi oleh ketidaksadaran kolektif yang melakukan peran mengarahkan atau menyeleksi tingkah laku sejak  awal kehidupan.
Ketidaksadaran memiliki kemungkinan-kemungkinan yang dipisahkan dari alam sadar, karena dengan dipisahkan itu ia mendapatkan semua materi yang bersifat subliminial yaitu semua hal yang sudah dilupakan, maupun kearifan dan pengalaman selama berabad yang tak terhitung jumlahnya tertanam dalam organ-organ arkhetipenya.
Apabila kebijaksanaan dari ketidaksadaran itu diabaikan oleh ego, maka akan mengganggu proses rasional sadar dengan menguasainya danmembelokkannya
Ke dalam bentuk yang menyimpang. Simtom-simtom, fobia, delusion, irrasionalitas lain berasal dari proses-proses ketidaksadaran yang diabaikan itu.
d. Arkhetipe
Arkhetipe adalah suatu bentuk pikiran (ide) universal yang mengandung unsur emosi yang besar. Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran atau visi yang dalam kehidupan normal berkaitan dengan aspek tertentu dari situasi. Asal usul arkhetipe merupakan suatu deposit permanen dalam jiwa dari suatu pengalaman yang secara konstan terulang selama banyak generasi. Misalnya banyak generasi yang telah melihat matahari terbit setiap hari. Pengalaman berulang yang mengesankan ini akhirnya tertanam dalam ketidaksadara kolektif dalam suatu bentuk arkhetipe dewa matahari, badan angkasa yang kuat, berkuasa dan pemberi cahaya.
Arkhetipe-arkhetipe tidak harus berpisah satu sama lain dalam ketidaksadaran kolektif. Mereka saling melengkapi dan berfusi. Arkhetipe pahlawan danarkhetipe laki-laki tua yang bijaksana bisa berpadu menghasilkan “kesatria” seseorang yang dihormati dan disegani karena ia seorang pemimpinberjiwa pahlawan sekaligus arif bijaksana.
Mitos, mimpi, penglihatan-penglihatan, upacara agama, simtom neurotik dan psikotik serta karya seni merupakan sumber pengetahuan paling baik tentang arkhetipe. Diasumsikan terdapat banyak arkhetipe dalam ketidaksadaran kolektif. Beberapa diantaranya yang sudah berhasil diidentifikasikan adalah arkhetipe kelahiran,kelahiran kembali, kematian, kekuasaan ,sihir, kesatuan, pahlawan, anak, Tuhan, setan, laki-laki tua yang bijaksana, ibu pertiwi, binatang.
e. Persona
Persona adalah topeng yang dipakai pribadi sebagai respon terhadap tuntutan-tuntutan kebiasaan dan tradisi masyarakat, serta tuntutan tentang arketipenya sendiri. Ia merupakan peranan yag dibrikan masyarakat kepada seseorang yang diharapkan dimainkan dalam hidupnya. Tujuannya adalah unutk menciptakan kesan tertentu pada orang lain dan seringkali ia melupakan hakikat kepribadian sesungguhnya. Apabila ego mengidentifikasikan diri dengan persona, maka individu menjadi lebih sadar akan bagian yang dimainkannya daripada perasaanya sesungguhnya. Ia menjasi terasing dari dirinya, dan seluruh kepribadiannya menjadi rata atau berdimensidua. Ia menjadi manusia tiruan belaka, sekedar pantulan masyarakat, bukan seorang manusia otonom.
f. Anima dan Animus
Jung mengaitkan sisi feminis kepribadian pria dan sisi maskulin kepribadian wanita dengan arkhetipe-arkhetipe. Arkhetipe feminine pada pria disebut anima, arkhetipe maskulin pada wanita disebut animus. Arkhetipe ini ditentukan oleh kelenjar-kelenjar seks dan kromosom namun juga ditentukan pengalaman dimana pria dan wanita hidup berdampingan selama berabad lamanya.
Arkhetipe-arkhetipe tidak hanya menyebabkan masing-masing jenis menunjukkan cirri-ciri lawan jenisnya tetapi mereka juga dapat tertarik pada lawan jenisnya. Pria memahami kodrat wanita berdasarkan animanya, wanita memahami kodrat pria berdasarkan animusnya.
g. Bayang-bayang
Bayang-bayang mencerminkan sisi binatang pada kodrat manusia. Arkhetipe bayang-bayang mengakibatkan munculnya perasaan, tindakan yang tidak menyenangakan dan patutu dicela masyrakat dalam kehidupan dan tingkah laku. Selanjutnya semua ini bisa disembunyikan dari pandangan publik oleh persona atau direpresikan kedalam ketidaksadaran pribadi.
h. Diri (self)
Arkhetipe ini mengungkapkan diri sebagai lambang, dan lambang utamanya adalah mandala atau lingkaran magis.
Diri adalah tujuan hidup, suatu tujuanyang terus menerus diperjuangkan orang tetapi yang jarang tercapai. Ia memotivasikan tingkah laku manusia dn mencarikebulatan, khususnya melalui cara-cara yang disediakan oleh agama. Pengalaman religius sejati merupakan bentuk pengalaman yang paling dekat dengan ke diri (self-hood) yang mampu dicapai oleh kebanyakan manusia. Jung menemuka diri dalam penelitian-penelitian dan observasinya tentang agama Timur, dimana perjuangan kearah kesatuan dan persatuan dunia melalui praktik ritual keagamaan seperti Yoga yang jauh lebih maju daripada agama di kalangan Barat.
i. Sikap
Jung membedakan dua sikap atau orientasi utama kepribadian, yakni sikap ekstraversi dan sikap introversi.
Ekstrover adalah kecenderungan yang mengarahkan kepribadian lebih banyak keluar daripada ke dalam diri sendiri. Seorang ekstrover memiliki sifat social, lebih banyak berbuat daripada merenung dan berpikir. Ia juga adalah orang yang penuh motif-motif yang dikoordinasi oleh kejadian-kejadian eksternal.
Jung percaya bahwa perbedaan tipe kepribadian manusia dimulai sejak kecil. Jung mengtakan bahwa “tanda awal dari perilaku ekstrover seorang anak adalah kecepatannya dalam beradaptasi dengan lingkungan dan perhatian yang luar biasa, yang diperankan pada objek-objek, khususnya pada efek yang diperoleh dari objek-objek itu.  Ketakutannya pada obje-objek sangat kecil. Ia hidup dan berpindah antara objek-objek itudengan penuh percaya diri. Karena itu ia bebas bermain dengan mereka dan belajar dari mereka. Ia sangat berani. Kadang ia mengarah pada sikap ekstrem sampai pada tahap risiko. Segala sesuatu yang tidak diketahuinya selalu memikat perhatiannya.
Bentuk neurotic yang sering diderita orang ekstrover adalah hysteria. Hysteria akan semakin besar dan panjang untuk menarik perhatian orang lain dan untuk menimbulkan kesan yang baik bagi orang lain. Mereka adalah orang yang suka diperhatikan, suka menganjurkan, berlebihan dipengaruhi orang lain, suka bercerita, yang kadang mengaburkan kebenaran.
Introvert adalah suatu orientasi kedalam diri sendiri. Secara singkat seorang introvert adalah orang yang cenderung menarik diri dari kontak sosial. Minat dan perhatiannya lebih terfokus pada pikiran dn pengalamannya sendiri. Seorang introvert cenderung merasa mampu dalam upaya mencukupi dirinya sendiri, sebaliknya orang ekstrover membutuhkan orang lain.
Jung menguraikan perilaku introvert sebagai orang pendiam, menjauhkan diri dari kejadian-kejadian luar, tidak mau terlibat dengan dunia objektif, tidak senang berada di tengah orang banyak, merasa kesepian dan kehilangan di tengah orang banyak. Ia melakukan sesuatu menurut caranya sendiri, menutup diri terhadap pengaruh dunia luar. Ia oran gyang tidak mudah percaya, kadang menderita perasaan rendah diri, karena itu ia gampang cemburu dan iri hati. Ia mengahadapi dunia luar dengan suatu system pertahanan diri yang sistematis dan teliti, tamak sebagai ilmuan, cermat, berhati-hati, menurut kata hati, sopan santun, dan penuh curiga.
Dalam kondisi kurang normal ia menjadi orang yang pesimis da cemas, karena dunia dan manusia sekitarnya siap menghancurkannya. Dunianya adalah suatu pelabuhan yang aman. Tempat tinggalnya (rumah) adalah yang teraman. Teman pribadinya yang terbaik. Karena itu tidak mengherankan orang-orang introvert sering tampak sebagai orang yang cinta diri tinggi, egois, bahkan menderita patologis.
Salah satu tanda introvert pada diri seorang anak  adalah reflektif, bijaksana, tenggang rasa, pemalu, bahkan takut pada objek baru. Sedangkan cirri introvert pada orang dewasa adalah kecenderungan menilai rendah hal-hal atau orang lain.
j. Fungsi Psikologis Kepribadian
·         Perasaan adalah fungsi evaluasi, ia adalah nilai benda-benda yang bersifat positif maupun neatif bagi subjek. Fungsi perasaan memberikan kepada manusia pengalaman-pengalaman subjektifnya tentang kenikmatan dan rasa sakit, amarah, ketakutan, kesedihan, kegembiraan dan cinta.
·         Penginderaan adalah fungsi perseptual atau fungsi kenyataan. Ia menghasilkan fakta-fakta konkret atau bentuk representasi dunia.
·         Intuisi adalah persepsi melalui proses-proses tak sadar dan isi di bawah ambang kesadaran. Orang-orang yang intuitif melampaui fakta-fakta, perasaan-perasaan dan ide-ide dalam mencari hakikat kebenaran.
·         Berpikir melibatkan ide-ide dan intelek. Dengan berpikir manusia berusaha memahami hakikat dunia dan dirinya sendiri.
Pikiran dan perasaan disebut fungsi rasio karena mereka memakai akal, penilaian, abstraksi dan generalisasi. Mereka memungkinkan manusia menemukan hukum-hukum dalam alam semesta. Pendriaan dan intuisi dipandang sebagai fungsi irasional karena mereka didasarkan pada persepsi tentang hal yang konkret,khusus, dan aksidental.
 II.            DINAMIKA KEPRIBADIAN
Dinamika kepribadian bersifat rentan terhadap pengaruh-pengaruh dan modifikasi dari luar, ia tidak akan mencapai keadaan stabil yang sempurna, hanya bisa bersifat stabil relative.
a.      Energi Psikis
Energi psikis merupakan manifestasi kehidupan, yakni energi organisme sebagai system biologis. Energi psikis lahir seperti semua energi vital lain, yakni dari proses metabolic tubuh. Energi psikis tidak dapat diukur atau dirasakan, namun terungkap dalam bentuk daya-daya actual atau potensial. Keinginan, kemauan, perasaan, perhatian,dan perjuangan adalah contoh-contoh dari daya actual dalam kepribadian;disposisi, bakat, kecenderungan, kehendak hati, dan sikap adalah contoh daya potensial.
b.      Prinsip Ekuivalensi
Prinsip ekuivalensi menyatakan bahwa jika energi dikeluarkan unutk menghasilkan suatu kondisi tertentu, maka jumlah yang akan dikeluarkan itu akan muncul di salah satu tempat lain dalam sistem.
Prinsip ekuivalensi menyatakan bahwa jika energi dikeluarkan dari salah satu system, misalnya ego, maka energi itu akan muncul pada suatu system yang lain, mungkin persona. Atau jika makin banyak nilai direpresikan ke dalam sisi bayang-bayang kepribadian, maka nilai itu akan tumbuh kuat dengan mengorbankan stuktur lain dalam kepribadian.
c.       Prinsip Entropi
Prinsip entropi menyatakan bahwa jika dua benda yang berbeda suhunya bersentuhan maka panas akan mengalir dari benda yang suhunya lebih panas ke benda yang suhunya leih dingin. Prinsip entropi yang digunakan Jung unutk menerangkan dinamika kepribadian menyatakan bahwa distribusi energi dalam psikhe mencari keseimbangan. Misalnya orang yang terlalu ekstrovert terpaksa mengembangkan bagian introvert dari kodratnya. Kaidah umum dalam psikologi Jungian adalah setiap perkembangan yang berat sebelah akan menimbulkan konflik, tegangan, tekanan, sedangkan perkembangan yang seimbang dari semua unsur kepribadian akan menghasilkan keharmonisan, relaksasi dan kepuasan.
d.      Penggunaan Energi
Seluruh energi psikis digunakan untuk keperluan kehidupannya, dan untuk pembiakan spesies. Ini merupakan fungsi instingtif yang dibawa sejak lahir seperti lapar dan seks.
III.            PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Jung yakin bahwa manusia tetap berkembang atau berusaha berkembang dari tahap perkembangan yang kurang sempurna ke tahap perkembangan yang lebih sempurna.
a.      Kausalitas versus Teleologi
Menurut pandangan ini, kepribadian manusia dipahami menurut ke mana ia pergi bukan di mana ia telah berada. Sebaliknya masa sekarang dapat dijelaskan oleh masa lampau,peristiwa sekarang adalah hasil akibat atau pengaruh dari keadaan sebelumnya. Masa sekarang tidak hanya ditentukan oleh masa lampau (kausalitas) tetapi ditentukan juga oleh masa depan (teleologi).
b.      Sinkronisitas
Prinsip itu diterapkan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat yang sama, tetapi peristiwa itu tidak disebabkan oleh peristiwa yang lain. Misalnya orang berpikir tentang seseorang lalu orang itu muncul, atau orang bermimpi tentang sakit atau kematian sanak keluarganya, kemudian ia mendengar peristiwa itu terjadi bersamaan dengan mimipinya itu. Jung menunjuk banyak literature tentang telepati jiwa, kewaskitaan, dan tipe-tipe lain sebagai bukti prinsip sinkronisitas.
c.       Hereditas
Bagi Jung insting alamiah manusia diwariskan oleh para leluhurnya berkali-kali dan telah melewati berbagai generasi. Potensi yang diwariskan ini memiliki ragam penglaman yang sama seperti leluhur dalam bentuk arkhetipe-arkhetipe.
d.      Tahap-tahap perkembangan
Dalam tahun-tahun paling awal, libido disalurkan dalam kegiatan-kegiatan yang diperlukan supaya tetap hidup. Sebelum usia lima tahun, nilai-nilai seksual mulai tampak dan mencapai puncakanya selama masa adolesen. Dalam masa muda seseorang dan awal-awal tahun dewasa, insting kehidupan dasar dan proses vital meningkat. Orang muda adalah penuh semangat, giat, impulsive, penuh gairah, dan masih banyak tergantung pada orang lain. Inilah periode kehidupan dimana orang belajar bekerja, kawin dan mempunyai anak-anak dan menjadi mapan dalam kehidupan masyarakat.
Ketika individu mencapai usia akhir 30-an atau awal40-an terjadi perubahan nilai yang radikal. Minat-minat dan segala sesuatu yang dikejar pada masa muda kehilangan nilainya dan diganti oleh minat-minat baru yang lebih berbudaya dan kurang biologis. Orang yang berusia setengah baya menjadi lebih introvert dan kurang impulsive. Kebijaksanaan dan kecerdasan menggantikan gairah fisik dan kejiwaan. Nilai-nilai individu diterapkan dalam kegiatan social, agama, kenegarawan, filosofis. Orang menjadi lebih spiritual.


Read More »

Kamis, 08 Desember 2011

Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. 74 Tahun 2008

0 komentar Diposting oleh A'an Setiawan at Kamis, Desember 08, 2011
A.    Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggungjawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.
Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:
1.      Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
2.      Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
3.      Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri.
4.      Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Jenis layanan adalah sebagai berikut:
1.      Layanan orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
2.      Layanan informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
3.      Layanan penempatan dan penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
4.      Layanan penguasaan konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah, keluarga, industri dan masyarakat.
5.      Layanan konseling perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
6.      Layanan bimbingan kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
7.      Layanan konseling kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
8.      Layanan konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik
9.      Layanan mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.
Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh:
1.      Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun nontes.
2.      Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia.
3.      Konferensi kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
4.      Kunjungan rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya.
5.      Tampilan kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
6.      Alih tangan kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor
Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan yang memerlukan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta
B.     Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling
Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut:
1.      Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda.
2.      Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK.
3.      Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
a.      Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling
·         Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan, (2) program pengawasan semester, dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA).
·         Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
·         Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
·         Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu.
·         Program tahunan, program semester, dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah, tujuan, indikator keberhasilan, strategi/metode kerja (teknik supervisi), skenario kegiatan, sumberdaya yang diperlukan, penilaian dan instrumen pengawasan.
b.      Melaksanakan Pembinaan, Pemantauan dan Penilaian
·         Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya,
·         Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai proses pembimbingan.
·         Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan, sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun.
c.       Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan
·         Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan,
·         Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan,
·         Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan, pemantauan atau penilaian.
d.      Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK.
·         Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP).
·         Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan.
·         Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara­-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop, seminar, observasi, individual dan group conference.
Sumber:
Depdiknas. 2009. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas: Jakarta, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Read More »

Tag

ilmu (8) ilmu fotografi (9) info kamera (4) Musik (2) Pendidikan (11) Pengetahuan Umum (39) PSIKOLOGI (35) Softwere (3)
 
© 2012 SOFTECHNOGEEK | Modifikasi dan Publikasi Kodokoala. All Rights Reserved.